REVIEW DAN KAJIAN TEORI JURNAL "HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN PROBLEMATIC INTERNET USE PADA MAHASISWA"
Judul Jurnal
|
Hubungan Antara Kesepian dengan Problematic Internet Use pada
Mahasiswa
|
Tipe Jurnal
|
Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan
Mental
|
Volume, Nomor & Halaman Jurnal
|
Vol. 4(1), 9-13
|
Tahun Terbit
|
2015
|
Penulis
|
Riska Dwi Cahyani Wahyu Agusti dan
Tino Leonardi
|
Reviewer
|
Indah Dhia Heryanti
|
Tanggal
|
19 Maret 2020
|
ISI JURNAL
Tujuan Penelitian
|
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan antara kesepian dengan problematic internet use pada
mahasiswa.
|
Subjek Penelitian
|
Subjek dalam penelitian ini adalah
mahasiswa dengan usia 18-21 tahun di Kota Surabaya yang menggunakan internet
lebih dari 5 jam per hari. Diperoleh 97 subjek (28 laki-laki dan 69
perempuan).
|
Metode Penelitian
|
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian kuantitatif. Berdasarkan tujuannya, penelitian
ini termasuk penelitian eksplanatoris. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik korelasi Spearman’s Rank (rho) dengan bantuan
program SPSS 16.0 for windows.
|
Definisi Operasional Variabel
|
· Variabel Dependen
Variabel
dependen dalam penelitian ini adalah Problematic
Internet Use. Menurut Caplan, Williams, dan Yee (2009) PIU merupakan
sindrom multidimensional yang terdiri dari symptom kognitif, emosional, dan
perilaku yang mengakibatkan kesulitan seseorang dalam mengelola kehidupannya
disaat offline.
· Variabel Independen
Variabel
independen dalam penelitian ini adalah kesepian. Menurut Perlman dan Peplau
(1998) kesepian merupakan pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika
jaringan seseorang dalam hubungan sosialnya secara signifikan mengalami
kekurangan baik secara kuantitas atau kualitas. Kesepian dibagi menjadi dua
tipe, yaitu:
(1) Kesepian
emosional, merupakan jenis kesepian yang terjadi ketika seseorang tidak
memilik figure attachment yang
intim, seperti orang tua kepada anak-anak mereka atau orang dewasa dengan
pasangannya atau teman dekat.
(2) Kesepian
sosial, merupakan jenis kesepian yang terjadi ketika seseorang tidak memiliki
rasa integrasi sosial atau keterlibatan masyarakat yang mungkin disediakan
oleh jaringan teman-teman, tetangga, atau rekan kerja.
|
Hasil Penelitian
|
Berdasarkan penelitian didapatkan
hasil sebagai berikut:
1) Berdasarkan Kategorisasi Skala
PIU
Subjek
penelitian yang mengalami Problematic
Internet Use pada tingkat sedang sebanyak 61 subjek, 30 subjek pada
tingkat tinggi dan 6 subjek pada tingkat rendah.
2) Berdasarkan Kategorisasi Skala
Kesepian
Subjek
penelitian yang mengalami kesepian pada tingkat rendah sebanyak 64 subjek, 9 subjek pada tingkat tinggi dan 24
subjek pada tingkat rendah.
3) Berdasarkan Uji Korelasi
Diperoleh
signifikansi sebesar 0,014 yang menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima , yang
berarti bahwa terdapat hubungan antara kesepian dengan Problematic Internet Use.
4) Berdasarkan Koefisien Korelasi
Koefisien
korelasi pada penelitian ini sebesar 0,250 yang menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang positif antara kesepian dengan Problematic Internet Use.
5) Berdasarkan Interpretasi Kekuatan
Hubungan Antar Variabel
Menurut
Cohen, menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara kedua variabel lemah.
Disebabkan sebagian besar subjek penelitian mengalami Problematic Internet Use pada tingkat sedang sedangkan sebagian
besar subjek mengalami kesepian pada tingkat rendah.
Maka
dapat dikatakan pada penelitian ini terdapat hubungan positif yang lemah
antara kesepian dengan Problematic
Internet Use pada mahasiswa.
|
Kelebihan
|
Pada jurnal penelitian ini, peneliti menggunakan
bahasa yang mudah dipahami, memaparkan teori-teori yang mendasari pembahasan
masalah dalam penelitian ini dari tokoh-tokoh yang dianggap handal dan
professional, serta memaparkan pula hasil dari penelitian sebelumnya.
|
Kekurangan
|
Jurnal penelitian ini
tidak menyajikan fakta-fakta tentang persentase berupa tabel mengenai masalah
yang diteliti, dan pada bagian metode penelitian tidak dijelaskan dengan
detil bagaimana teknik pengambilan data berupa kuesioner disajikan.
|
KAJIAN TEORI
Kali
ini saya akan mengkaji hasil penelitian dari jurnal yang sudah saya review
dengan teori-teori yang akan mendukung kajian ini. Berdasarkan review di atas,
sudah dikatakan dengan jelas hasil dari penelitian tersebut bahwa terdapat
hubungan positif yang lemah antara kesepian dengan Problematic Internet Use pada mahasiswa yang menghabiskan waktunya
selama 5 jam per hari untuk menggunakan internet dan saya menyetujui hasil
penelitian tersebut. Saya mengkaji ini karena saya tertarik untuk membahas
lebih lanjut demi melengkapi pemahaman yang sudah didapat.
Mayoritas
mahasiswa sebagai subjek dari penelitian ini berdasarkan usianya dikategorikan
sebagai remaja akhir dan sedang bertansisi ke masa dewasa awal. Untuk mengetahui
tugas remaja akhir dan dewasa awal, saya mencantumkan teori yang mendukung dari
buku yang saya baca. Menurut Erikson, tugas remaja adalah mencari identitas
atau jati dirinya. Sedangkan tugas dewasa awal adalah menjalin hubungan
personal yang intim dengan teman sebaya atau pasangan romantis. Maka, untuk
memenuhi tugas tersebut, seorang remaja haruslah mengeksplorasi dirinya ke
dunia luar. Sama halnya untuk dewasa awal. Keduanya, remaja dan dewasa awal,
membutuhkan pergaulan untuk bersosialisasi dan juga komunikasi.
Namun
pada masa perkuliahan, banyak mahasiswa yang merasakan kesepian, karena pada
masa ini mahasiswa mulai meninggalkan rumah dan keluarga yang telah lama
dikenalnya. Kesepian dalam jurnal ini disebutkan sebagai salah satu faktor
terjadinya PIU. Hal itu terjadi karena untuk mengurangi rasa kesepiannya,
sehingga individu menggunakan internet. Untuk mendukung pernyataan ini, saya
akan mengkaitkannya dengan teori dari jurnal lain yang saya baca. Menurut Russel,
kesepian didefinisikan sebagai hubungan sosial yang tidak sesuai dari apa yang
diinginkan atau dicapai, termasuk perasaan gelisah, tertekan, dan persepsi
kurangnya hubungan sosial pada diri seseorang. Individu yang merasa kesepian
dapat menurunkan derajat kesepiannya dengan cara melakukan kontak sosial. Kemajuan
teknologi memungkinkan kontak sosial dilakukan dengan memanfaatkan situs
jejaring sosial yang kini sangat mudah diakses melalui ponsel cerdas. Penelitian
yang ada menunjukkan bahwa kesepian berhubungan kuat dengan intensitas kegiatan
jejaring sosial, terutama dalam hal mengirim dan berbagi informasi.
Namun
dengan kemudahan yang ditawarkan internet dan juga hasrat untuk mengurangi
derajat kesepiannya, banyak individu yang menyalahartikan penggunaan internet. Dijelaskan
pula dalam jurnal ini, apabila individu merasa bahwa internet dapat membuat
mereka lebih nyaman dan percaya diri dalam melakukan interaksi sosial daripada interaksi
tatap muka serta motivasi dalam menggunakan internet ialah untuk meregulasi
suasana hati (mood), maka
dapat dikatakan bahwa mereka mengalami gejala dari Problematic Internet Use (PIU).
PIU adalah istilah yang menunjukkan dampak negatif penggunaan internet. PIU
dapat mengakibatkan individu menghabiskan jumlah waktu yang terus meningkat
dalam aktivitas online yang mengarah ke penarikan sosial, pengabaian
diri, pola makan yang buruk, dan masalah keluarga.
Saran
dari saya, sebaiknya mahasiswa sebagai individu memiliki self control yang baik. Supaya dapat meregulasi rasa kesepiannya
dengan baik seperti menyalurkan minat dan bakatnya dan tidak berlebihan dalam
menggunakan internet. Untuk mendukung pernyataan ini, saya mencantumkan teori
dari jurnal lain yang saya baca. Self control adalah sebagai kemampuan
untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan, merintangi
impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Pengguna internet yang mempunyai self
control yang tinggi akan mampu memandu, mengarahkan dan mengatur perilaku online.
Setiap individu yang mempunyai kontrol diri yang tinggi dapat mampu mengatur
penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan
internet sesuai dengan kebutuhan, mampu memadukan aktivitas online dengan
aktivitas-aktivitas lain dalam kehidupannya
Berdasarkan
uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesepian dapat membuat seseorang mengalami
PIU. Karena tindakan individu untuk mengatasi rasa kesepiannya adalah dengan
menggunakan internet dan penggunaan internet tersebut menghabiskan jumlah waktu
yang terus meningkat dalam aktivitas online
sehingga menunjukkan dampak-dampak negatif. Dan saya sebagai reviewer menyarankan individu
untuk memiliki self control yang
baik.
Referensi:
Agusti,
R. D. C. W., & Leonardi, T. (2015). Hubungan antara kesepian dengan
problematic internet use pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Klinis dan
Kesehatan Mental, 4(1), 9-13.
Papalia,
D. E., Old s, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development
Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.
Krisnawati,
E., & Soetjiningsih, C. H. (2017). Hubungan antara kesepian dengan
selfie-liking pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 16(2),
122-127.
Ningtyas,
S. D. Y. (2012). Hubungan antara self control dengan internet addiction pada
mahasiswa. Educational Psychology Journal, 1(1).

Comments
Post a Comment