Skip to main content

KRONOLOGIS VLOG NENEK KITA


Halooooo semuanya…
Selamat lebaran! Selamat Hari Raya Idul Fitri! Apa kabarnya nih? Gimana liburan kalian, puas ga? Gimana THR-nya, banyak ga? hahaha
Anyway, saya kembali lagi dengan postingan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Karena kali ini saya akan cerita tentang isi dari vlog yang saya dan teman-teman saya buat dan sudah kami upload di youtube. Yeaay!!!
Saya ga sabar mau cerita nih, mendingan langsung simak aja yuk!:)

Jadiii…sebenarnya vlog kami itu tugas dari dosen namanya Pak Ridwan. Pak Ridwan memberikan tugas untuk membuat vlog yang alhamdulillahnya secara kelompok bukan individu hehehe thank you pak
Oh iya, nama kelompok kami adalah NENEK KITA. Aneh ya? Iya, sama kok, saya juga mikir begitu.  Tapi tenang aja, anggotanya ga ada yang nenek-nenek kok. Kelompok kami beranggotakan 7 orang, saya kenalin aja ya nama anggotanya:
1.      Aisha Nuraini Sengkananingrum
2.      Cynthia Nurul Karima
3.      Ghina Ruhania Fatin
4.      Indah Dhia Heryanti (ini saya guys wkwkw)
5.      Mika Rosa Berliana
6.      Nadira Maulydia
7.      Rahmaditya Salsabila

Nah, sudah pada kenal, ‘kan sama anggotanya? Jadi kita bisa langsung cusss ke bagian kronologis vlog nenek kita ini.


Kronologis Pemilihan Tema
Oh iya, tema dari vlog kami adalah tutorial memasak. Kenapa memasak? Karena gini, sebelumnya saat dosen kami meminta kami untuk mendiskusikan tema untuk diajukan, kami bersama-sama bertukar pikiran meskipun pada awalnya ada beberapa usul seperti ada yang mengusulkan untuk jalan-jalan ke museum, mencoba naik MRT dan lain sebagainya sampai akhirnya kami semua sepakat untuk membuat tutorial memasak karena menurut kami ini yang paling simple.
Alasan lainnya adalah karena kami semua suka memasak dan keinginan terpendam kami untuk memasak bersama itu belum tercapai huhu. Tapi karena adanya tugas ini, akhirnya kita bisa masak bersama. Thank you, Pak Ridwan.
Nah, pas sudah tahu temanya adalah memasak. Kami langsung berdiskusi untuk menentukan masakan apa yang harus dibuat? Awalnya kami semua bingung, karena banyak sekali ide makanan yang ingin dibuat. Kami semua juga awalnya ingin membuat Churros, tapi karena kami berpikir itu terlalu mudah, akhirnya kami memutuskan untuk membuat Spaghetti. (p.s sebenarnya one-pan spaghetti).
Setelah mengetahui tema dan masakan apa yang harus dibuat, kami kembali berdiskusi untuk menentukan alur ceritanya dan dimana kami harus membuat vlognya. Kami sepakat untuk membuatnya di rumah Aisha. Terima kasih Aisha sudah rela rumahnya diberantakin hahaha

Pembuatan Video
Proses pengambilan gambar kami ga memakan waktu lama kok karena kita sudah pro. Asikkk wkwkw bercanda. Waktu itu tanggal 18 April 2019, kami semua berangkat menuju rumahnya Aisha. Sayangnya nih guys, salah satu anggota kami yang bernama Ghina berhalangan hadir karena sedang sakitL jadi kami hanya berenam saja. Sebelum kami tiba, Aisha sudah pergi berbelanja untuk bahan memasak kami sambil mengambil gambar (nge-vlog sendirian) selama di perjalanan. Awalnya kami berniat untuk belanja bersama, tapi agar waktunya lebih efektif, maka dari itu hanya Aisha yang berbelanja ditemani oleh asisten rumah tangganya.

Satu jam setelah Aisha kembali dari pasar, kami semua tiba di rumahnya. Tanpa membuang waktu lama, kami langsung memeriksa bahan masakan apakah sudah complete lalu kami mulai mencoba mengambil gambar. Karena alat-alat untuk merekamnya sangat terbatas dan apa adanya, ini beneran, kami semua hanya menggunakan handphone. Jadi, agak susah untuk mendapatkan sound dan lighting yang bagus.
Tapi, setelah kami mengakalinya, akhirnya kami mendapatkan sound dan lighting yang lumayan oke. Kemudian kami langsung memulai memasak. Video kami diawali dengan sedikit intermezzo dan isinya diselingi canda tawa karena tingkah laku kelompok kami sangat lucu dan kami memasaknya rebutan hampir mirip seperti sedang tauran hahaha oh iya, kami juga merekam videonya secara bergantian.
Setelah selesai memasak, tidak lupa kami mengambil gambar hasil masakan kami yang Alhamdulillah rasanya enak banget beneran sampai kami semua nambah makannya wkwkw. 
Nah, ini dia hasil dari masakan kami. One-Pan Spaghetti ala Nenek Kita!




Proses Editing Video
Sebelum memulai editing, kami semua menonton ulang hasil dari gambar-gambar yang sudah kami ambil. Selama menonton, kami semua tidak bisa berhenti tertawa karena banyak adegan-adegan lucu. Setelah menonton ulang, kami langsung menyicil editing mulai dari memilah bagian-bagian yang dirasa cukup penting dan bagus untuk dimasukkan ke dalam vlog. Karena sebenarnya video kami cukup panjang, namun setelah memilah bagian-bagiannya, durasi videonya tidak terlalu panjang. Kelompok kami menggunakan aplikasi Adobe Premiere Pro CC 2015. Butuh waktu berhari-hari untuk mengedit video ini. Karena selain cutting klip video tadi, kami juga harus bisa memasukkan musik dan transisi video yang pas dan sesuai. Setelah dirasa semuanya sudah pas dan baik untuk dilihat, kami mengupload video kami di Youtube.
Ini dia linknya, silakan menonton!:)

Nah, sampai di sini ya teman-teman isi cerita dari vlog kami. Terima kasih bagi yang sudah membaca blog saya dan menonton vlog kami di youtube semoga tidak mengecewakan.
Sampai jumpa dipostingan selanjutnya!:)

Comments

Popular posts from this blog

ANALISIS KASUS CYBERBULLYING YANG DIALAMI BETRAND PETO (TUGAS KULIAH MENGENAI ETIKA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET)

Contoh Kasus: Pada tanggal 11 November 2019 lalu ada berita mengejutkan datang dari dunia hiburan. Seorang anak dari Ruben Onsu presenter terkenal Indonesia, yaitu Betrand Peto mengalami hal yang tidak mengenakkan. Manajer Betrand, Terry Suhendra bersama dengan Minola Sebayang selaku pengacara keluarga Onsu mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta untuk melaporkan kasus dimana Betrand menjadi korban dari aksi perundungan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pengguna media sosial. Perundungan ini dilakukan oleh para pelaku, yaitu selaku netizen pengguna media sosial dengan cara mengedit foto wajah Betrand Peto kemudian menggantinya dengan gambar wajah hewan dan mengunggah foto tersebut di akun media sosialnya. Ada pula pelaku yang menulis di akun media sosialnya bahwa ia mengancam ingin merobek perut Betrand Peto dan ada kata-kata yang tidak bagus lainnya. Akun-akun media sosial yang digunakan oleh para pelaku adalah akun Facebook dan Instagram. Dari keterangan yang dijelaskan oleh pihak ...