Skip to main content

TEORI PEMBENTUKAN BUMI


Halo semuanya…!
Kali ini kita berjumpa lagi untuk membahas materi yang menurut saya cukup menarik untuk dibahas. Kita akan membahas mengenai teori-teori pembentukan bumi. Bayangkan, kita sejak lahir dan selama hidup ada di bumi. Namun, apakah kita semua sudah paham bagaimana proses dari pembentukan bumi itu sendiri? Menarik sekali untuk dibahas, ‘kan?
Nah, untuk dapat memahaminya, yuk langsung disimak pembahasannya!


Teori Pembentukan Bumi

            Bumi merupakan salah satu planet yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup karena memiliki kandungan air serta oksigen yang bisa membuat makhluk hidup bertahan hidup. Namun, bumi tidak terbentuk begitu saja secara tiba-tiba. Sejak ± 250 juta tahun yang lalu, sebagian besar dari bentuk kerak benua di bumi yaitu daratan yang lebih dikenal dengan pangea.
            Kemudian ± 200 juta tahun lalu pangea ini terbelah menjadi dua benua besar yang kemudian dibagi-bagi lagi bagiannya. Lalu bagian-bagian dari benua besar itu terpecah dan hanyut sehingga terjadi tabrakan dengan bagian yang lain.
            Bumi tersusun dari beberapa lapisan bumi yang memiliki banyak bahan material pembentukan bumi yang berbeda-beda seperti daratan, lautan, pegunungan, perbukitan dan lain sebagainya serta semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
            Bumi juga berevolusi dengan matahari dan berputar pada porosnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam serta pasang surutnya air laut. Maka dari itu, proses terbentuknya bumi juga disebabkan oleh terbentuknya tata surya.
            Berikut ini terdapat beberapa macam penjelasan mengenai teori pembentukan bumi menurut para ilmuwan dan astronom.

1.      Teori Kabut (Nebula)
      Sebenarnya, sejak jaman sebelum masehi para ahli telah memikirkan bagaimana proses terjadinya pembentukan bumi. Salah satu teorinya yaitu teori kabut atau disebut pula teori nebula. Immanuel Kant pada tahun 1775 serta Piere De Laplace pada tahun 1796 merupakan tokoh yang memperkenalkan teori ini.
      Dalam teori ini menyatakan bahwa bumi terbentuk dari gas. Gas-gas ini sudah ada di dalam jagat raya yang berkumpul menjadi kabut atau nebula. Dimana gaya tarik menarik antara gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta berputar semakin cepat.
      Pada proses putaran yang sangat cepat ini, materi kabut di khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat karena pendinginan. Bagian yang terlempar ini membentuk planet-planet di dalam tata surya termasuk bumi.

2.      Teori Planetisimal
      Teori selanjutnya yaitu teori planetisimal. Teori ini bermula pada abad ke-20, ketika seorang astronomi asal Amerika yang bernama Forest Ray Moulton bersama temannya seorang ahli geologi bernama Thomas C. Chamberlain, berpendapat mengenai teori planetisimal hypothesis, bahwa matahari terbentuk dari massa gas yang sangat besar. Bumi dan planet-planet lain terbentuk dari gas yang terlempar dari tepi matahari, yang kemudian menjadi padat dan dingin.
      Ketika ada bintang lain yang melintas sangat dekat dan hampir terjadi tabrakan, terlalu dekatnya lintasan mempengaruhi gaya gravitasi antara dua bintang yang mengakitbatkan tertariknya gas dan materi ringan lainnya pada bagian tepi.
      Pengaruh gaya gravitasi mengakibatkan materi terlempar serta meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi yang terlempar menyusut serta membuat gumpalan planestimal yang nantinya dingin dan memadat yang membentuk planet yang mengelilingi matahari.

3.      Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
      James Jeans dan Harold Jeffreys merupakan tokoh yang mengemukakan teori ini pada tahun 1918. Teori ini berawal dari matahari ketika masih berbentuk gas. Menurut teori ini, ketika matahari masih berbentuk gas, ada sebuah bintang besar seperti matahari melintas dalam jarak pendek, sehingga ada gas pasang surut di bawah sinar matahari.
      Karenanya, ada partikel-partikel kecil dari matahari yang dilemparkan dan karena ada daya tarik pula maka partikel-partikel kecil yang berukuran lebih besar diantaranya menarik partikel kecil lainnya sehingga akhirnya membentuk gumpalan besar, yaitu bumi dan planet-planet lainnya.

4.      Teori Bintang Kembar
      Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi bernama R.A Lyttleton. Inti dari teori ini menerangkan bahwa galaksi berserta isinya termasuk bumi berawal dari kombinasi bintang kembar. Dimana salah satu dari bintang tersebut meledak sehingga membuat banyak materi yang terlempar. Kemudian, bintang yang meledak itu menjadi planet-planet yang mengelilingi matahari, sedangkan bintang yang tidak meledak itu merupakan matahari.

5.      Teori Big Bang
      Teori big bang ini menjelaskan bahwa bumi berasal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Dimana ada gumpalan kabut yang sangat besar berputar pada porosnya. Kemudian pada akhirnya putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil terlempar, sedangkan bagian-bagian besar menjadi satu dan menjadi pusat pembentukan cakram raksasa.
      Gumpalan raksasa tersebut meledak lalu membentuk galaksi dan nebula-nebula. Sekitar 4,6 milyar tahun, terjadi pembekuan yang membuat nebula-nebula membentuk galaksi bernama galaksi bima sakti dan kemudian terbentuk sistem tata surya.

Nah, pembahasannya sudah selesai. Cukup sampai sini dulu ya. Semoga Bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

ANALISIS KASUS CYBERBULLYING YANG DIALAMI BETRAND PETO (TUGAS KULIAH MENGENAI ETIKA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET)

Contoh Kasus: Pada tanggal 11 November 2019 lalu ada berita mengejutkan datang dari dunia hiburan. Seorang anak dari Ruben Onsu presenter terkenal Indonesia, yaitu Betrand Peto mengalami hal yang tidak mengenakkan. Manajer Betrand, Terry Suhendra bersama dengan Minola Sebayang selaku pengacara keluarga Onsu mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta untuk melaporkan kasus dimana Betrand menjadi korban dari aksi perundungan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pengguna media sosial. Perundungan ini dilakukan oleh para pelaku, yaitu selaku netizen pengguna media sosial dengan cara mengedit foto wajah Betrand Peto kemudian menggantinya dengan gambar wajah hewan dan mengunggah foto tersebut di akun media sosialnya. Ada pula pelaku yang menulis di akun media sosialnya bahwa ia mengancam ingin merobek perut Betrand Peto dan ada kata-kata yang tidak bagus lainnya. Akun-akun media sosial yang digunakan oleh para pelaku adalah akun Facebook dan Instagram. Dari keterangan yang dijelaskan oleh pihak ...