Skip to main content

FENOMENA BIOLUMINESCENCE DAN MENGAPA KETIKA CUACA MENDUNG UDARA TERASA PANAS


Halo, semuanya!
Kita berjumpa lagi dan tentunya akan ada pembahasan menarik disini. Dipembahasan kali ini akan ada penjelasan mengenai fenomena alam bioluminescence. Apa sudah ada yang tahu? Jika belum, tenang saja akan dijelaskan disini. Dan juga, karena sering ada pertanyaan yang muncul seperti “mengapa ketika cuaca mendung, udara terasa panas?”, maka dari itu pertanyaan tersebut akan dibahas disini.
Nah, untuk mengetahui semua itu, yuk langsung disimak!




A.   Fenomena Alam Bioluminescence

           
            Dilihat dari gambarnya saja sudah terlihat cantik sekali, bukan? Gambar tersebut merupakan salah satu fenomena alam yang ada di laut. Fenomena alam apakah itu? Mengapa terlihat seperti cahaya dari ribuan bahkan jutaan bohlam yang menyala di dalamnya?
            Fenomena alam ini merupakan fenomena bioluminescence. Bioluminescence berasal dari dua bahasa, yaitu bio dalam bahasa Yunani berarti hidup dan lumen dalam bahasa Latin berarti cahaya. Fenomena ini merupakan salah satu fenomena laut yang sangat menakjubkan.
            Fenomena biolumimenscence merupakan salah satu peristiwa yang terjadi ketika makhluk hidup mengalami sebuah reaksi kimia tertentu yang nantinya akan menghasilkan emisi cahaya berupa energi cahaya. Peristiwa ini membuat sebagian laut bersinar dalam gelapnya malam seolah di dalamnya terdapat ratusan bohlam yang menyala.
            Meskipun fenomena ini terdapat di laut, namun untuk dapat menikmati pemandangan ini hanya ada di beberapa tempat saja. Diantaranya yaitu di Teluk Mosquito (Pulau Vieques, Kepulauan Karibia), Teluk Halong (Vietnam), Pantai Gili Trawangan (Indonesia), Pulau Vaadhoo (Raa Atoll, Maladewa), Teluk Toyama (pesisir utara Pulau Honshu, Jepang), Marlin Marina (Cairns, timur laut Queensland, Australia), dan Teluk Mission (kawasan San Diego, California).

Lalu, bagaimana cahaya-cahaya tersebut bisa timbul? Apakah ada penjelasan ilmiahnya? Dan mengapa hanya terdapat dibeberapa tempat saja?

            Bioluminescence adalah cahaya yang dihasilkan oleh organisme hidup. Bioluminescence ditemukan diseluruh biosfer, tetapi hanya pada vertebrata laut, invertebrata, dan beberapa jenis tumbuhan. Diantaranya seperti chepalopoda, copepoda, ostracoda, amphipoda, euphausida, beberapa jenis ikan, annelida, plankton, dan ubur-ubur. Untuk bioluminescence di darat ditemukan pada beberapa jenis serangga, kunang-kunang, ulat (glow-worm), kumbang, dan beberapa jenis diptera.
            Bioluminescence terjadi karena adanya reaksi enzim dalam tubuh organisme dengan sistem kerja yang dapat menghasilkan emisi cahya hijau-biru. Luminaze berfungsi untuk memperpendek panjang gelombang yang dihasilkan dari emisi cahaya. Protein fluoresensi kuning berfungsi mengubah panjang gelombang cahaya menjadi 540nm pada V.fischeri sehingga cahaya yang diemisikan mengalami perubahan warna.
            Penemuan tentang bioluminescence ini telah dimanfaatkan manusia di dalam berbagi bidang, salah satunya medis yaitu untuk mendeteksi keberadaan sel kanker dalam tubuh secara lebih cepat melalui suatu teknologi baru disebut bioluminescence imaging (BLI). Dalam bidang ekologi, mikroorganisme penghasil bioluminescence digunakan untuk pembuatan biosensor untuk mendeteksi keberadaan polutan atau kontaminan tertentu di lingkungan. Dalam industri makanan, bioluminescence dimanfaatkan untuk mendeteksi mikroba patogen yang terkandung di dalam makanan.
            Fenomena ini hanya dapat ditemukan di beberapa tempat saja, karena oganisme laut memang dapat ditemui hampir diseluruh tempat, terutama pada teluk dan terumbu karang yang memiliki konsentrasi nutrisi yang tinggi, namun tidak semua lautan memiliki organisme yang mengalami bioluminescence.



B.   Mengapa Ketika Cuaca Mendung, Udara Terasa Panas?

      Mungkin banyak dari beberapa orang yang merasa heran mengapa ketika akan turun hujan namun udaranya terasa panas sehingga akan merasa gerah dan berkeringat? Padahal mataharinya sudah tertutupi oleh awan? Bukankah seharusnya tidak terasa panas? Nah berikut adalah penjelasannya.
      Ketika awan terlihat hitam (mendung), terjadi proses perubahan uap air (gas) yang berubah menjadi air (cair). Pada proses mendung ini dilepaskan sejumlah panas (kalor) ke udara. Awan yang berwarna hitam (mendung), biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan awan putih. Sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, maka semakin terasa efek panas yang dilepaskan.
      Kondisi seperti ini akan terasa lebih panas apabila sebelumnya matahari memang sudah bersinar dengan teriknya. Sehingga panas yang kita rasakan itu adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.
      Namun mengapa awan mendung terlihat hitam, ya? Itu disebabkan karena awan hitam (mendung) merupakan kumpulan air dan es yang sangat banyak sehingga cahaya matahari tidak bisa menembusnya sampai ke permukaan bumi. Nah, akibatnya, awan terlihat hitam jika dilihat dari pemukaan bumi. Namun, jika dari atas awan, maka akan terlihat putih karena pancaran dari sinar matahari.


Nah, cukup sampai disini ya teman-teman pembahasannya. Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

ANALISIS KASUS CYBERBULLYING YANG DIALAMI BETRAND PETO (TUGAS KULIAH MENGENAI ETIKA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET)

Contoh Kasus: Pada tanggal 11 November 2019 lalu ada berita mengejutkan datang dari dunia hiburan. Seorang anak dari Ruben Onsu presenter terkenal Indonesia, yaitu Betrand Peto mengalami hal yang tidak mengenakkan. Manajer Betrand, Terry Suhendra bersama dengan Minola Sebayang selaku pengacara keluarga Onsu mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta untuk melaporkan kasus dimana Betrand menjadi korban dari aksi perundungan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pengguna media sosial. Perundungan ini dilakukan oleh para pelaku, yaitu selaku netizen pengguna media sosial dengan cara mengedit foto wajah Betrand Peto kemudian menggantinya dengan gambar wajah hewan dan mengunggah foto tersebut di akun media sosialnya. Ada pula pelaku yang menulis di akun media sosialnya bahwa ia mengancam ingin merobek perut Betrand Peto dan ada kata-kata yang tidak bagus lainnya. Akun-akun media sosial yang digunakan oleh para pelaku adalah akun Facebook dan Instagram. Dari keterangan yang dijelaskan oleh pihak ...