Sutradara : Riri Riza
Pemain : Cut Mini Theo, Ikranagara, Ferdian, Zulfanny, Verrys Yamarno, Slamet Rahardjo, dan Teuku Rifnu.
Tanggal Rilis : 25 September 2008
Genre : Drama
Durasi : 120 menit
Film
ini menceritakan tentang perjuangan para guru, kepala sekolah, serta murid –
murid SD Muhammadiyah Gantong di Belitung demi mewujudkan cita – cita mereka.
Para murid dari keluarga miskin ini ingin sekali bersekolah meskipun banyak
sekali kendalanya. Dari yang awalnya sekolah itu sempat tidak dapat izin untuk
tetap beroperasi karena kekurangan murid, sampai akhirnya sekolah itu tetap ada
karena sudah memenuhi persyaratan, yaitu memiliki minimal sepuluh murid.
Sekolah yang memiliki satu kepala
sekolah, yaitu Pak Harfan dan dua orang guru, yaitu Pak Bakri dan Bu Muslimah itu
merupakan sekolah islam tertua dan satu – satu nya yang ada di Belitung. Sekolah
itu belum memiliki prestasi apapun sehingga Pak Bakri menyerah mengajar disana
dan memutuskan untuk keluar. Sampai akhirnya, sekolah itu mengikuti lomba
karnaval untuk pertama kalinya dengan dibantu salah satu murid yang cerdas di bidang
kesenian, yaitu Mahar. Dengan idenya yang cemerlang, sekolah itu akhirnya
memenangkan lomba karnaval.
Sekolah itu ditimpa masalah lagi
dengan meninggalnya Pak Harfan dan hanya menyisakan Bu Muslimah sendiri untuk
tetap memperjuangkan agar sekolah itu tetap berdiri di bantu Pak Zulkarnaen,
rekan Pak Harfan. Kemudian, tiga dari sepuluh murid yang pintar di bidang
masing – masing, yaitu Lintang yang pintar matematika, Ikal yang pintar
pengetahuan umum dan Mahar yang pintar kesenian itu mengikuti lomba cerdas
cermat dan meraih juara satu. Namun, setelah memenangkan lomba cerdas cermat,
Lintang, yang seorang anak nelayan ini tidak pernah kembali ke sekolah. Ternyata,
ayahnya meninggal dunia yang membuat dia tidak bisa melanjutkan sekolah demi
mengurus adik – adiknya. Dua puluh tahun kemudian, Ikal berhasil mengejar cita
– citanya dengan mendapatkan beasiswa ke Paris.
Dari film ini kita dapat mengambil
pelajaran berharga tentang pengorbanan, perjuangan, dan juga cita – cita. Pengorbanan
seorang Bu Muslimah dapat kita lihat dari ketika ia yang menolak lamaran
menikah demi mengejar cita – citanya untuk menjadi seorang guru. Perjuangan Bu
Muslimah juga dapat kita lihat dari kegigihannya mempertahankan sekolah
tersebut. Pengorbanan Lintang, salah satu murid yang cerdas, dapat kita lihat
dari ia yang rela berhenti sekolah demi mengurus adik – adiknya yang ditinggal
oleh ayahnya dan terpaksa harus mengubur cita – citanya. Kemudian, cita – cita
Ikal dapat kita lihat ketika keinginannya untuk pergi ke Paris akhirnya
tercapai karena ia mendapat beasiswa di Paris.
Sumber Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi

Comments
Post a Comment